Az Zky
Lv 6
Az Zky ditanyakan dalam Seni & InsaniFilosofi · 8 tahun yang lalu

Harus seperti apa orang yang layak dijadikan panutan?

Jika sobat adalah seorang yang mana patut dijadikan teladan, hal mana yang diterapkan?

1. Menarik kesimpulan dengan teori teori kosong, maksudnya:....apa yang disampaikan adalah hal yang sama sekali belum pernah dijalani/alami. Jadi hanya berupa gambaran atas apa yang anda fikirkan untuk disampaikan, yang bahkan tidak akan dilakukan.

2. Menjabarkan sesuatu atas keadaan yang sudah dialami, lalu dari sana menarik subuah kesimpulan untuk dijadikan suatu gambaran kepada oranglain.

*Atau seperti ini saja...yang lebih simple:

1. Buah durian enak, tapi belum pernah makan durian.

2. Makan durian dulu, baru bilang rasanya enak.

Apapun jawaban yang diberikan, tolong disertakan penjelasan kenapa menerapkan cara 1 atau cara 2.

Terimakasih, atas jawabannya.

30 Jawaban

Peringkat
  • Resa.
    Lv 6
    8 tahun yang lalu
    Jawaban Favorit

    yang paling penting itu kalau ingin jadi panutan tidak ada kata kata yang mengtakan aku ini panutan

    panutan hanya di berikan oleh orang lain kepada seseorang yang di anggapnya layak sebagai panutan

    tidak mengikat diri selalu benar .mau belajar untuk memahami,berendah hati dan mengerti keadaan dan belajar untuk bisa jadi bijaksana

    durian itu enak bagi yang pernah merasakan enaknya durian

    tapi orang tidak akan pernah bisa menjelaskan dengn benar bagaimana durian itu rasanya bila ia belum pernah mengalaminya.

    pertanyaan yang bagus

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Gilang
    Lv 7
    8 tahun yang lalu

    Aku punya syarat tersendiri menentukan orang yang layak untuk dijadikan panutan

    1.Adil, sebagaimana sifat adil yang diperlukan bagi seorang pemimpin.

    2.Berilmu, yaitu memiliki ilmu yang membuatnya mampu menilai orang yang layak dipimpinnya

    3.Bijaksana, yaitu mampu menjadi yang terbaik untuk kebaikan dan kemaslahatan umat.

    Hanya orang yang patuh melaksanakan yang diperintahkan atasnya dan akan mencapai kemampuan. Kemudian dia yang mampu dan ahli-lah yang layak menjadi panutan.

    Jadikan prinsip yang kuat didalam diri bahwa hari ini harus lebih baik dari hari kemarin.

    Dan setiap waktu apa yang kita lakukan harus lebih baik.

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 8 tahun yang lalu

    Buatku simple aja, seseorang yang menjadi panutan cuma butuh jujur dan adil.

    Kalau memang hal2 yang harus disampaikan itu belum pernah dialami, namun sudah jelas ada pembelajaran yang baik di dalamnya, nyatakan saja dalam kejujuran.

    Dan bila menarik pelajaran dari pengalaman, dan kemudian menyampaikannya sebagai gambaran, itu juga baik, asal konteksnya tetap pada keadilan persepsi, bahwasanya pengalaman kita itu tidak mutlak menjadi sebuah keharusan agar orang lain lakukan, karena belum tentu konsekuensi dan situasinya sama persis dengan yang kita alami.

    *simplenya gini:

    Pernah makan durian, bilang durian itu enak, tapi tidak untuk semua orang durian itu baik. Ada yang nggak tahan dengan baunya, ada yang nggak bisa makan durian karena kadar kolesterolnya yang tinggi, jadi durian memang enak, tapi tidak selalu sehat dan baik untuk dimakan semua orang.

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 8 tahun yang lalu

    Jika kamu merasa orang islam dan sebagai pengikut Rosul Nya.

    "Maka Rosulullah SAW lah yang patut untuk di jadikan Panutan dan tuntunan hidup, insyaAlah hidupmu akan di beri petunjuk dan bahagia dunia ahherat"

    :)

    Sumber: Islam Kaffah
    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 8 tahun yang lalu

    Patokan aku untuk seseorang yang HARUS diteladani atau dijadikan panutan adalah para Nabi, kalau saat ini paling utama Nabi Muhammad, karena zaman kita masuk pada era umat Muhammad.

    Muhammad sebelum menjadi Nabi dan Rasul adalah manusia yang selalu berbuat kebaikan, selalu menolong sesama, dermawan (rajin shodaqoh), jujur dan selalu berkata benar, konsisten, dapat dipercaya, cerdas dalam bersikap dan bijak dalam memutuskan sesuatu, serta rajin dan pekerja keras.

    Ada kalanya ilmu itu didapatkan dengan teori, karena manusia adalah makhluk yang dapat berpikir. Namun ada baiknya ikutilah langkah Rasulullah, beliau menjadi manusia yang gemar berbuat kebaikan terlebih dahulu sebelum ditauladani. Allah menjadikan Muhammad sebagai Rasul toh memang karena sebelumnya beliau telah banyak berbuat kebaikan, jujur, dan selalu percaya kepada Allah (konsisten).

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 8 tahun yang lalu

    yang layak dijadikan panutan itu adalah:

    -orang yang mampu menghisap yang baik,dan mengeluarkan yang baik..

    -ucap dan perbuatannya seia sekata dalam niat yang baik,tujuan baik,dan cara yang baik

    -jujur dan dapat dipercaya

    Contoh kongkretnya....LEBAH

    Dia mencari makan di tempat yang baik,makan makanan yang baik,mengeluarkan sesuatu yang baik,tak menimbulkan kerusakan tempat yang dihinggapinya,dan hidup bermasyarakat yang baik.

    Apakah kita harus ke neraka dulu untuk bercerita tentang neraka??????????

    Syarat pokok orang yang layak dijadikan panutan adalah BERIMAN dan BERTAUHID KUAT.

    Maaf,,jika jawabannya tak berkenan

    Sumber: hati ketjil
    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Depp
    Lv 4
    8 tahun yang lalu

    maaf, jika saya mengikuti, maka saya seperti yang sobat fikirkan

    menurut cara pandang saya,

    berbicara tentang manusia (diatas rata-rata) intelektual,panutan SDM maka karena kita soft skill & hard skill, melihat dan menilai cara orang lain bergerak dan juga berpikir "ide". dari berbagai sudut.

    jika di dunia nyata akan terasa lebih kompleks di karenakan, akibat dari realiata yang menuntut untuk menggunkan indra lalu mengolahnya dengan akal sehat sehingga berbuah nilai,agar tidak melanggar norma-norma sosial.

    untuk mencapai sebuah nilai sesuai dengan tingkatan yang di targetkan tentu membutuhkan usaha yang berbentuk pengetahuan, jika merasa kurang tambahkan lagi bumbunya dengan pengalaman. tidak semua permasalah dapat di pecahkan oleh pengetahuan dan juga pengalaman karena setiap objek ada aturan main.

    dunia nyata memakai ideologi, satu ons pengalaman = satu ton teori. inilah kehidupan yang sebenarnya.

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 8 tahun yang lalu

    Orang berfikir jauh kedepan, tidak menjebak dengan teori dan spekulasi berbumbu asumsi penuh sensasi kosong.

    Orang yang rela berkorban, tidak hanya berbicara dengan berkemeja dan dari balik meja.

    Orang yang ikhlas Bekerja dengan giat atas dasar kesadaran, bukan ambisi akan pujian dan keuntungan.

    Panutan - Manut = ikut. Orang yang layak diikuti.

    Orang bisa faham, baik dengan mengerjakan sendiri atau tidak. Yang terpenting adalah pemahaman itu untuk apa, dan pelaksanaannya bagaimana.

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 8 tahun yang lalu

    Hidup itu nyata tidak seperti virtual kehidupan di dalam game, bisa berulang2 kembali memulai dari awal dengan waktu yang awal.

    Pengalaman hidup itu perlu rentang waktu yg di jalaninya. Sebab dasar dari kehidupan itu adalah sama, hanya perkembangan yg berbeda.

    "guru kencing sambil berdiri, murid kencing sambil berlari"

    "pengalaman adalah guru yang terbaik, pendidikan adalah murid yang baik".

    Bukanlah sepengalaman apa kita dalam hidup ini, tapi sebijak apa kita menggunakan hidup ini.

    Sumber: Sebab waktu takkan terganti, rugikah jika tak mengganti?
    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 8 tahun yang lalu

    ...yang mengayomi

    menilai dimana yang baik dan tidak baik --punishment and reward--

    ...kalo makan sebuah durian bagaimana rasanya dan makan yang eksrem bagaimana pula rasanya ...yang paling penting disini ada yang berani mencoba makan durian ...sehingga buah durian menjadi tuan rumah ditanahnya sendiri.

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.