Renungan Iman, bisakah Anda luangkan waktu sebentar?

Sejak pertama kali saya bergabung di Yahoo! Answer, banyak sekali saya melihat pertanyaan-pertanyaan yang bersal dari kategori Agama dan Kepercayaan, dan hampir setiap hari yang paling banyak saya lihat adalah pertanyaan dari kategori ini. Setiap kali saya buka, satu per satu, hampir semuanya bersifat menghina,... tampikan lainnya Sejak pertama kali saya bergabung di Yahoo! Answer, banyak sekali saya melihat pertanyaan-pertanyaan yang bersal dari kategori Agama dan Kepercayaan, dan hampir setiap hari yang paling banyak saya lihat adalah pertanyaan dari kategori ini. Setiap kali saya buka, satu per satu, hampir semuanya bersifat menghina, menghujat, mencari setiap detil hal yang mereka anggap salah dari suatu agama. Saya sendiri beragama Islam, dan saya yakin agama saya tidak mengajarkan hal seperti itu, meskipun dalam keadaan berdakwah. Dan juga saya yakin, tanpa harus menebak, begitupun dengan ajaran-ajaran agama lain, tidak ada yang mengajarkan kita harus saling, mencerca, memaki dan menghina.
Saya ingin menyampaikan satu hal lagi. Belakangan ini, kehidupan sudah semakin berubah dari setiap nilai yang ada, mulai dari norma, adat budaya hingga agama. Termasuk kehidupan rumah tangga. Pasti Anda semua pernah mendengar istilah threesome, yaitu orientasi seksual dimana suami atau istri akan merasa lebih bergairah, lebih menyayangi dan lebih mencintai pasangannya ketika dia melihat pasangannya berhubungan intim dengan orang lain. Saya melihat ada persamaan antara fenomena threesome dan kehidupan beragama saat ini. Memang sedikit sulit untuk dipahami, tapi coba perhatikan penjelasan saya. Oran-orang saat ini, termasuk yang aktif di kategori Agama dan Kepercayaan, sangat suka menghina, menghujat dan mencari kesalahan agama lain. Ketika ada orang 'luar' menegur, mengkritik perdebatan mereka (misal Islam & Kristen), justru merka malah seperti saling membela, dengan mengatakan "kalau tidak suka, tidak usah komentar, atau tidak usah dilihat". Dari situ kita bisa menilai, jadi sebenarnya mereka itu mungkin suka membaca atau menyimak setiap hinaan dan hujatan yang ditujukan terhadap agam yang dianutnya. Padahal bagi kita yang merasa 'normal', bila ada orang keras kepala yang terus-menerus menghina kita, tidak usahlah kita layani, apalagi lewat media seperti ini, tanpa tatap muka, kalau kita berniat menjelaskan sesuatu, akan lebih baik dengan cara yang lebih halus dan langsung bertemu, adakan pembicaraan yang baik, kalau mau berdebat, buatlah dengan cara yang sehat. Di sini lah letak persamaannya, mungkin mereka merasa lebih cinta dan sayang terhadap agamanya saat ada orang yang menghina dan menghujat.
5 jawaban 5