promotion image of download ymail app
Promoted

Apa pendapat kamu seandainya RUU tentang wajib militer diberlakukan di Indonesia?

Wamil perlu / tidak perlu di Indonesia?

Apakah kamu bersedia mengikuti wamil demi negara?

ahahaha,, met pagi menjelang siang JPS :)

sumber : http://m.detik.com/news/read/2013/06/02/064012/226...

Perbarui:

hehei,, jangan menganggap sebelah mata kekuatan bences berooo,, walo gua bukan bences tapi bences paling tidak lebih berani berekspresi ahahaha

link gua copas dari hp makanya ga nyala

Perbarui 2:

wahaha,, mumpung pertanyaan gua masuk TL lagi, maaf sy numpang ngomong sama Admin: min min akun gua kenapa dibanned melulu??!! wkwkw,, belum sempet milih BA lagi,, ehehe

68 Jawaban

Peringkat
  • Anonim
    7 tahun yang lalu
    Jawaban Favorit

    tidak perlu.

    Pemerataan pendidikan saja belum genah, sekarang malah mau nambah masalah lagi.

    daripada memperkuat OTOT, mending memperkuat OTAK.

    klo dibilang untuk melatih kedisiplinan dll, apakah cuma bisa didapat melalui gerakan kemiliteran. Bagi saya sendiri, institusi pendidikan berperan sangat penting tidak hanya dalam pengembangan IPTEK tetapi juga dalam pengembangan karakter (termasuk kedisiplinan, kerjasama dll.)

    dan yang paling dikawatirkan adalah, ketika warga negara Indonesia diajarkan kemampuan kemiliteran dasar, sedangkan mereka tidak mempunyai kebijaksanaan dan pengetahuan yang cukup, bisa dibayangkan apa yang terjadi. Mungkin jika ada kejadian yg seperti tragedi Trisakti, orang tidak lagi lempar-lemparan batu, melainkan lempar-lemparan peluru. Contoh lainnya, bagaimana jika para preman-preman juga mengikuti wamil?

    akankah mereka sadar ????

    atau justru akan merubah mereka dari sekedar preman kampung menjad mafia besar (seperti Yakuza)????

    Hal ini yang justru malah akan menghancurkan Negara Indonesia itu sendiri.

    saran buat para wakil rakyat....

    dari pada ngeadakan wamil, mending ngadain event seperti NCS (National Citizen Service) di Inggris. Di event seperti ini remaja berusia 16-17 tahun dilatih kerja sama tim (yang didalamnya mencangkup: menghargai dan menghormati hak/ kewajiban orang lain, jiwa kepemimpinan, kedisiplinan, rasa peduli terhadap lingkungan sekitar dll.,) mengisi waktu luang dengan hal hal seru, membangun kemampuan kemampuan yang dibutuhkan dalam dunia kerja dan dalam kehidupan mereka nantinya dll.

    klo eventnya baegini gw bakalan 100000% setuju

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 7 tahun yang lalu

    setuju-setuju aja...

    sangat bersedia,

    karena saya sudah pernah wamil waktu lulus seleksi masuk kerja selama 2 minggu,,

    di hajar abis-abisan oleh TNI...

    sampe2 banyak yang nangis minta pulang,,

    hahahaha... dasar anak manja!!

    memang perlu sepertinya wamil di terapkan di indonesia...

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    7 tahun yang lalu

    Setuju...

    Kalau perlu dibentuk pasukan paramiliter yang lebih militan daripada tentara reguler.

    Tugasnya untuk membersihkan para koruptor dan premanisme...

    Sumber: Pasukan SS yang lebih militan daripada tentara jerman.
    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    6 tahun yang lalu

    "Pencerahan Bagi Umat Muslim"

    وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS: Al-A'raf Ayat: 96)

    “Dan orang-orang yang membantah (agama) Allah sesudah agama itu diterima, bantahan mereka itu sia-sia saja di sisi Tuhan mereka. Mereka mendapat kemurkaan (Allah) dan bagi mereka azab yang sangat keras.” (Qs. Asy-Syura: 16)

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 7 tahun yang lalu

    engga perlu rasanya, kalau untuk tujuan perang, atau persiapan tentara sipil.

    kadang rasanya justru bahaya kalau ngerasa , wah tu preman pernah ikut wamil juga

    walau preman nya juga agak keder, kalau liat yang mau dipalak pernah ikut wamil juga

    kalau yang cewe ikut wamil juga, aku ikut deh

    btw, sekalian wamil, sekalian aja dipekerjakan memberesi infrastruktur desa tertinggal

    ABRi masuk desa kok ga pernah kedengaran gaungnya lagi yah

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 7 tahun yang lalu

    Akhi mendukung 1000 % . Salah satu cara yan bagus untuk menanamkan DISIPLIN , dan menumbuhkan kerja-sama tim ; menyusun Strategi ; dan menumbuhkan kembali semangat bela-tanah-air yang kian memudar . Hanya saja saya menyarankan namanya jangan memakai WAMIL.

    Pakailah nama yang lain , misalnya Program Bina Karakter Anak-Bangsa. OUTBOUND Training Center dsb.

    Sumber: Referensi : Salah satu penyebab bangsa kita tak bisa maju ya karena tak punya rasa DISIPLIN.
    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 7 tahun yang lalu

    gak perlu

    yang mencalonkan diri menjadi tentara dah banyak jadi gak perlu WAMIL

    gmn caranya ngontrol WAMIL di Indonesia dengan 140juta penduduknya

    Sumber: ngarang.com
    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 7 tahun yang lalu

    anak-anak manja,pergaulan kelewatan bebas,dan kurang kerjaan wajib nih....biar tau keras dan sulitnya hidup gitu

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 7 tahun yang lalu

    Pastinya meningkatkan kedisiplinan.Mental & fisik yang tangguh.Apalagi jika diimbangi dengan intelektual,pasti WAMIL semakin berkwalitas!

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 7 tahun yang lalu

    seru kalaw ada peraturan gituan

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.