promotion image of download ymail app
Promoted

Kak, coba deh simak, ada nggak ustadz yang menyinggung agama lain saat Berdakwah?

10 Jawaban

Peringkat
  • 7 tahun yang lalu
    Jawaban Favorit

    Pergaulan mempengaruhi didikan otak. Untuk kebersihan jiwa hendaklah bergaul dengan orang-orang beradab dan berbudi mulia yang dapat kita kutip manfaatnya.

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • emban
    Lv 5
    7 tahun yang lalu

    Banyak,

    gue sering dengar dari corong mesjid waktu khotbah jumat.

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 7 tahun yang lalu

    Shalat yang terlarang dilaksanakannya pada waktu-waktu tersebut dibawah ialah shalat sunah mutlaq, yaitu salat sunah yang dapat dilakukan tanpa sebab tertentu dan kapan saja kecuali waktu-waktu yang diharamkan untuk mengerjakan salat. Jumlah rakaatnya tidak terbatas dimulai dengan 2 raka’at. Karenanya pada waktu-waktu terlarang ini, boleh mengqadha’ shalat yang terlupakan.

    Adapun waktu-waktu yang diharamkan untuk mengerjakan shalat:

    1- Setelah sholat subuh sampai terbit matahari

    2- Setelah sholat Ashar sampai terbenam matahari.

    Sesuai dengan hadist Rasulallah saw sesungguhnya beliau melarang shalat setelah ashar sampai matahari tenggelam dan setelah shalat subuh sampai terbit matahari” (HR. Muslim).

    3- waktu terbit matahari sampai terangkat naik setinggi tombak

    4- Saat tergelincirnya matahari

    5- Sejak menguningnya matahari sampai benar benar terbenam.

    Sesuai dengan hadist dari ‘Uqbah bin ‘Amir ra, ia berkata: “Ada tiga waktu di mana Nabi saw melarang kami untuk melaksanakan shalat di tiga waktu tersebut atau menguburkan jenazah kami, yaitu ketika matahari terbit sampai tinggi, ketika seseorang berdiri di tengah hari saat matahari berada tinggi di tengah langit (tidak ada bayangan di timur dan di barat) sampai matahari tergelincir dan ketika matahari miring hendak tenggelam sampai benar-benar tenggelam.” (HR. Muslim)

    Keterangan (Ta’liq):

    1- Tidak diharamkan shalat waktu tergelincirnya matahari di hari jumat karena dianjurkan menunaikan shalat sunnah semampunya pada hari jumat dan tiada yang menghalanginya kecuali pada waktu datangnya khathib.

    Rasulallah saw bersabda: “Tidaklah seseorang mandi pada hari Jum’at, lalu bersuci dengan sungguh-sungguh, memakai minyak atau wangi-wangian di rumahnya, kemudian keluar (dan rumahnya menuju masjid) dan dia tidak memisahkan di antara dua orang (yang duduk), kemudian shalat semampunya, lalu dia diam ketika khathib (Imam) khutbah, melainkan pasti diampuni dosa-dosanya yang dilakukan antara Jum’at itu dengan Jum’at berikutnya.” (HR Bukhari).

    2- Semua yang tersebut diatas diharamkan sholat kecuali bagi orang yang beada di Masjidil Haram Makkah. Hal ini karena kemuliaan dan keagungan tempatnya.

    Sabda Nabi saw., “Wahai Bani Abdi Manaf, janganlah kalian melarang seseorang thawaf di Baitullah ini dan shalat kapan saja, baik malam ataupun siang.” (HR Muslim, Abu Daud).

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 7 tahun yang lalu

    The King Of Istighfar,,,?

    Salah satu bacaan istighfar yang merupakan

    abahnya istighfar atau the king of istighfar adalah Sayyidul Istighfar. Dari namanya sudah jelas, bahwa istighfar ini merupakan bacaan istighfar yang seharusnya menjadi nomor urut pertama apabila kita ingin membiasakan membacanya, artinya jangan sampai bacaan sayyidul istighfar ini ditinggalkan, sementara bacaan istighfar yang lainnya selalu dibaca, walaupun memang tidak ada aturan kita harus selalu membaca istighfar tertentu. Namun, seandainya kita urutkan dari berbagai macam bacaan istighfar yang ada, maka bacaan sayyidul istighfar ini menduduki rangking pertama dilihat dari segi redaksional maupun kelengkapan arti.

    Berikut bacaannya :

    "Allahumma anta robbii laa ilaaha illaa anta, kholaqtanii wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu, abuu-u laka bini’matika ‘alayya, wa abuu-u bi dzanbii, faghfirlii fainnahuua laa yaghfirudz dzunuuba illa anta"

    Artinya :

    ”Ya Allah Engkau adalah Tuhanku, Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau,Engkau yang menciptakanku, sedang aku adalah hamba-Mu dan aku diatas ikatan janji -Mu dan akan menjalankannya dengan semampuku, aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakui-Mu atas nikmat-Mu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku pada-Mu, maka ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang mengampuni segala dosa kecuali Engkau” (HR. Bukhari no. 6306)

    Faedahnya :

    “Barangsiapa mengucapkannya pada siang hari dan meyakininya, lalu dia mati pada hari itu sebelum

    waktu sore, maka dia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa mengucapkannya pada malam hari dalam keadaan meyakininya, lalu dia mati sebelum waktu pagi, maka dia termasuk penghuni surga.”

    Jangan Ada Hujat Di Antara Kita..!!

    Salam Damai Islam

    Assalamu Alaikum Warohmatullohi

    Wabarokatuh

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • Anonim
    7 tahun yang lalu

    Hampir kaga' ada s0b...

    Jikalaupun ada itu pun bkan di maksudkan untuk menjelek njelekkan maupun menghujat...

    Sumber: Cts_arera
    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 7 tahun yang lalu

    Banyak juga, ada yang menyinggung secara terselubung ada juga yang menyinggung dengan terang terangan, bahkan ada yang semangat sekali menghujat sambil disiarkan menggunakan TOA saat jumat an.

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 7 tahun yang lalu

    mungkin didaerah anda ga ada... atau jarang.. tapi bagaimana ditempat lain?... gw sendiri sh pernah dnger, tapi yg gw tau yg dia omongin itu gak bner/ ga sesuai sama yg gw ketahui.. apakah bisa dibilang pak ustad itu cuma ceplas ceplos, karena ga mempelajari apa yang akan dia bicarakan... hati2 sama yang di omongin di depan orang banyak apalagi bawa2 nama agama.. nanti bisa kesundut api neraka ente2...

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    7 tahun yang lalu

    Ada tapi ngga terlalu berlebihan, mungkin terkadang ia ingin melebih-lebihkan agamanya sendiri.

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 7 tahun yang lalu

    .

    Ustadz yang mensyiarkan risalah Islam dan mengetahui bahwa kemuliaan dan keistimewaan seorang muslim terletak pada akhlaknya, akan menahan diri dari menyinggung dan menjelekkan agama dan kepercayaan lain. Justru dengan khasanah akhlak, tutur kata dan sikap yang baik, ia telah menunjukkan keagungan risalah islam ke lebih banyak orang. Insya Allah.

    #Max

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    7 tahun yang lalu

    emang ada yang menyinggung,, tapi bukan menghujat

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.