Anonim
Anonim ditanyakan dalam Keluarga & HubunganLain-lain - Keluarga & Hubungan · 7 tahun yang lalu

Apa yang harus saya lakukan ketika ayah memukul saya?

Karena hal kecil: saya tidak membantu ibu saya. Padahal saya sering membantu ibu saya namun ayah saya jarang melihat krn dia sibuk bekerja. Niatnya baik, tapi jujur saya capek dengan sikap dia yang tempramental dan cepat marah. Dari saya kecil, kalo saya melakukan hal salah langsung dipukul atau kdg ditendang. Malah dibilang saya anak setan. Saya tidak tau harus berbuat apa kenapa ayah saya tidak bisa menjadi peran yang baik buat dicontoh. Ibu saya juga bingung harus mengeluh kepada siapa tentang sikap ayah saya krn ibu saya merasa tidak dipenuhi secara psikologis, batin, harta dsb. Padahal ibu saya itu kuat banget, apalagi masalah uang, ibu saya sering banget dimaki maki. Dia pernah cerita kalo dia ingin melaporkan ke perlindungan ham. Ibu saya pernah bilang ingin bercerai dari ayah saya tapi ga bisa krn liat saya adik dan kakak saya. Tapi saya juga tersiksa punya figur ayah yang seperi itu. Saya perempuan remaja dan saya menjadi takut untuk menikah krn liat keadaan keluarga saya. Apa yang harus saya lakukan?

10 Jawaban

Peringkat
  • titis
    Lv 7
    7 tahun yang lalu
    Jawaban Terbaik

    My .. bersyukurlah punya ibu yang kuat walaupun secara psikologis, batin, harta dsb, ternyata tidak sampai tercukupi oleh ayahmu dan yang dikeluhkan ibumu menjadikan kamu merasakan satu nasib dengan ibumu.

    kamu pada dasarnya bisa menilai dengan bijak, kalau sikap temperamental ayahmu itu bertujuan baik, artinya kamu bisa menerimanya walau itu sangat menyakitkan dan membuat dirimu bukan hanya takut pada ayahmu tapi sekaligus malu karena sekarang kamu menyadari sudah mulai remaja, dengan pikiran remajamu juga menjadikan kamu takut untuk menikah ... hehehe kamu tahu my? waktu untuk menikah itu masih lumayan jauh, jadi kamu masih bisa belajar mengenal kekuatan dari ibumu dan memahami karakter keras ayahmu, tanpa kamu sadari .. kamu diberikan kursus gratis oleh Allah untuk menggali potensi yang ada di dalam dirimu

    pahami dengan baik, apakah ibumu tidak bekerja? biasanya seorang istri yang tidak bekerja bisa menahan rasa sakit sehebat apapun yang ditimpakan padanya untuk menyelamatkan anak-anaknya, sehingga tak berani mengambil risiko yang lebih besar (bercerai misalnya). tapi bila ibu yang bekerja .. dia bisa melawan rasa sakit untuk melindungi anak-anaknya dan berani mengambil risiko untuk bercerai dari suaminya.

    bila kamu memahami keterangan diatas, kamu pasti akan punya tekad kuat untuk menjadi wanita seperti apa kelaknya.

    nah sekarang .. belajar memahami karakter ayahmu yang temperamental (hehehe... mengerikan ya?), tapi kalau kamu bisa memahami karakternya, ayahmu akan sangat menyayangimu, caranya :

    pahami wajah ayahmu .. ketika dia marah dan ketika dia sedang tenang. nah ... ketika wajahnya sedang berseri-seri, dekati sambil tanyakan apa saja yang akan membuatnya senang, misal .. ayah mau minum teh manis / kopi, atau ayah sudah makan atau belum?

    jangan berlama-lama .. bila ada jawaban itu sudah bersyukur, bila jawabannya bagus.. segera ikuti dengan tindakanmu, bila jawabannya tidak bagus.. jangan marah, besoknya bisa diulang lagi, dan jangan kapok, bila niatnya baik, cepat atau lambat ayahmu akan mulai memperhatikanmu.

    gali terus apa saja kesukaan ayahmu, semakin banyak yang kamu ketahui, semakin mudah mendekati ayahmu tanpa takut lagi dimarahi, yakinlah .. bila pendekatanmu baik, hasilnya juga akan baik, minimal membuatmu belajar mengenal watak dan karakter orang-orang terdekatmu.

    itu yang dinamakan pelajaran, yang akan menentukan "siapa dirimu" setelah tahu seberapa besar semangatmu untuk mengalahkan ketakutanmu juga melembutkan sifat dan sikap ayahmu.

    jangan putus asa ya my... terus mencoba dan mencoba lagi, suatu saat nanti .. kamu akan merasakan ... bagaimana rasanya keluar sebagai pemenang.

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 3 tahun yang lalu

    KaN SY COWOK klo sy suka agak keras tp gk pake ke2rasan cuman pake gertakan or intimidasi doang walaupun sy agak keras tp sy sayang ama adik ku, klo adik sy yang cowk klo di suruh sholat shubuh klo susah bagun ska disiram pake air..he..he.. bukan sya benci ama adik saya tp justu sy sayang ama dia y ito untuk kebaikan dirinya sendiri sy ska tegas ama dia makannya adik sy ska nurut ama sy, mungkin krena dia takut ama ka2nya yang galak, tpi hatinya pinx ha..ha..hay..s intinya sy ska pakek cara kemiliteran. tp khususus buat adik cowok.klo cewek beda lagi

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 7 tahun yang lalu

    yg tabah ya semoga di cepat berubah menjadi seorang figur ayah yg baik

    amiiiiiiiinnnn

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 7 tahun yang lalu

    kakak sabar ya dan harus tetap mendoakan ayah kaka biar dia sadar kak

    aku kira kejadian seperti itu cuma ada di tv tv ternyata beneran

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • Anonim
    7 tahun yang lalu

    Klu itu. Cba kmu tnya ma ibu kmu. Apa pnybb ayah kmu jd kyk gtu. Krna smua itu pasti ada sbab dan akibat. Trs soal mnkh km jgn tkt krna smua laki2 g sprti ayah kmu. Kta hrus tau karaktr dia agar kmu mnkh nnti bsa dpt lbh baik dr ayah kmu.

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 7 tahun yang lalu

    Ada user Mulyati yang lebih berpengalaman dari aku dalam hal ini, kamu tunggu komentar beliau, aku coba kontak beliau.

    Beliau lebih memahami karena sesama wanita, aku hanya akan menambahi sedikit dari persepsiku sebagai sosok lelaki.

    Bicaralah dari hati ke hati dengan ayahmu, katakan terus terang sesuai penilaianmu. Kamu sepenuhnya memahami bila maksud ayahmu baik cuma caranya kamu tidak suka.

    Sebelum kamu mengeluarkan keluahanmu terlebih dulu memuji ayahmu, katakan kalau kamu sangat bangga dan beruntung memiliki ayah spt beliau.

    Sampaikan pada ayahmu kalau kamu sangat mendambakan sosok ayah yang dikagumi secara menyeluruh, karena kenyataannya kamu mengagumi sebatas tujuan ayahmu tanpa bisa mengagumi cara penyampaiannya.

    Inti penyampaian adalah agar ayahmu berpikir justru menjatuhkan wibawa seorang suami dan ayah. Bagaimana kalau hal tsb menjadikan trauma atau bahkan dendam terselubung dikemudian hari dengan tingkah yang terbebas dari kungkungan sosok ayah.

    Aku rasa penyampaian lebih tepat oleh kamu bukan oleh ibumu, karena sosok ayah akan lebih mementingkan perasaan anaknya daripada istrinya.

    Bagaimanapun ayahmu adalah sosok suami dan ayah yang masih bertanggung jawab pada keluarga.

    Aku hanya ikut mendoakan saja, "semoga ayahmu diberi kebesaran hati mendengar keluhan kalian dan bisa merubah sikapnya demi kebahagiaan keluarga".

    Amiiinnnn........

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 7 tahun yang lalu

    Lapor aja ke polisi

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 7 tahun yang lalu

    Doakan dia.. Dan berserah dan yakin kepada Tuhan bahwa Tuhan akan merubah papa kamu. Dan juga kamu harus berikan yg terbaik yang kamu bisa buat papa kamu.

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 7 tahun yang lalu

    Mmm. Saya turut prihatin, saya bantu doa aja, semoga masalah yang km alami cepat terselesaikan, amin. Amin, amin.

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Aden
    Lv 4
    7 tahun yang lalu

    Yang sabar ya.. Tapi kalo berlebihan gitu ya susah juga :(

    • Masuk untuk membalas jawaban
Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.