Apakah lazim kalau karyawan diberi SP atau langsung di-PHK hanya karena hal yang bersifat subjektif?

Misalnya, malas-malasan, kerja sesukanya, secara tidak langsung melawan atasan, kelakuan lainnya, atau bahkan "hanya tidak suka saja", dan lain-lain. Lazim dalam arti aman secara hukum seandainya karyawan memilih untuk menempuh jalur pengadilan. Tentu saja lebih baik apabila ada bukti tertulis yang... tampikan lainnya Misalnya, malas-malasan, kerja sesukanya, secara tidak langsung melawan atasan, kelakuan lainnya, atau bahkan "hanya tidak suka saja", dan lain-lain.

Lazim dalam arti aman secara hukum seandainya karyawan memilih untuk menempuh jalur pengadilan.

Tentu saja lebih baik apabila ada bukti tertulis yang bisa dijadikan dukungan dan tolak ukur, tapi seandainya tidak ada.
4 jawaban 4