ninja 4 ever ditanyakan dalam Politik & PemerintahanPolitik · 3 tahun yang lalu

Soal politik, Master boleh masuk?

saya mau tanya nih suhu dmn brita di tv lg booming tntang cagub dan cawagub memang sbg warga sipil biasa sprti sy utk apa membahasnya namun ada sdkt pertanyaan yg kiranya susah sy dptkan jawaban yg paling baik , kenapa sih org2 itu selalu memperebutkan tahta sbgai pemipin di jkt? apa krn penghasilannya ,apa krn ingin jd penguasa? apa jdnya kalo seorang gubernur di tugaskan tanpa gaji,tanpa tunjangan dan fokus terhadap problemanya saja, kira2 mreka akan seheboh ini tidak ya apabila mreka tanpa di beri apa2...?

jawaban terbaik bintang 5

8 Jawaban

Peringkat
  • Sugih
    Lv 7
    3 tahun yang lalu

    Jangankan gubernur DKI yg berhak mengelola duit puluhan trilyun, jabatan sosial yg harus mengeluarkan tenaga dan kadang2 duit seperti ketua RT / RW saja banyak yg berambisi untuk diperebutkan.

    Lha kalo gubernur DKI selain gajinya juga ditambah uang operasional yg jumlahnya ratusan milyard dengan entengnya bisa membagi buat masyarakat yg dirasa memerlukan. Dgn uang ini semua akan nyembah pada gubernur termasuk ormas2 radikal sekalipun. Ini akan menjadikan gubernur orang yg sangat powerfull.

    Meskipun baru pertama kali terjadi dimana gubernur DKI bisa menjadi presiden, tidak tertutup kemungkinan dikemudian hari terjadi hal yg sama. Faktor ini juga sangat berpengaruh.

    Kalo gubernur tanpa berhak mengelola duit, saya kira tidak lebih dari satpam.

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 3 tahun yang lalu

    Dki yg ngakunya cerdas dan megapolitan ibu kota ternyata warga2 nya minus dlm.logika dan masih banyak yg rela jd burung beok atau di adu domba oleh oknum2 laknat dan ormas2 radikal utk memusuhi seorg.....mau kapan majunya indo kl begini?

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 2 tahun yang lalu

    Ada dua kekuatan yang diperebutkan dalam setiap pemilihan pemimpin, yaitu harta dan kekuasaan.

    Dua kekuatan inilah sebenarnya yang membuat situasi politik itu beresiko menjadi beringas. Sebab hanya dengan menggoyangkan lembaran uang yang dimiliki maka semua yang mereka perintahkan akan dituruti oleh masyarakat yang tidak tau apa-apa. Kekuatan untuk memobilisasi masa inilah yang sering sekali berujung pada konflik.....

    Tetapi, saat kekuatan yang diberikan kepada seorang calon pemimpin adalah setara dengan pegawai biasa (kekayaan dan kekuasaannya) niscaya berbagai gonjang-ganjing yang berlebihan tidak akan muncul lagi....

    Ini hanya berdasarkan analisis seorang amatiran. Salam....

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 3 tahun yang lalu

    pejabat itu memiliki power(kekuasaan) dan menentukan policy(Kebijakan),

    dengan demikian ada kemungkinan pengaruh bahwa mereka dapat menggunakan power(kekuasaan) atau diskresi(kekhususan hukum) dalam mengambil tindakan yang berhubungan dengan kebijakan terhadap orang banyak.

    disini menjadi masalah ketika mereka mendapatkan kekuasaan dalam menentukan kebijakan,

    mereka cenderung korup (kekuasaan cenderung pada penyalah gunaan wewenang), memang jika di perhatikan kalo korupsi secara mentah akan kelihatan, namun korupsi secara terselubung akan susah terlihat seperti : pemberian ijin terhadap sesuatu yg sebenarnya tidak boleh, mengambil keuntungan melalui pemberian kemenangan terhadap tender, membuat kebijakan2 yang mementingkan kelompok tertentu.

    jika pejabatnya baik : dia fokus pada kemakmuran rakyat (welfarestaat)

    jika pejabatnya resek : dia hanya fokus pada kelompoknya

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 3 tahun yang lalu

    Kalau jadi gubernur tanpa gaji & tunjangan, pastinya ga akan jadi mau. Gubernur itu sama aja kayak pekerjaan pada umumnya. Mana ada orang yang mau bekerja tanpa digaji?

    Manusia umumnya punya ambisi. Jangankan jadi gubernur, mungkin cuma sekadar jadi ketua kelas di sekolahan / ketua organisasi di tempat ibadah aja diperebutkan. Apalagi gubernur yang jelas-jelas bakal terkenal & bergaji besar. Selain itu dapet perlindungan jg.

    Jelas bakal diperebutkan

    • Alwin Iswanto2 tahun yang laluLaporkan

      Setuju...
      Sumber daya yang dikuasai dan dimilikinya gede banget sehingga dapat memobilisasi masa sesuai keinginannya....
      Kalau gajinya dan kuasanya sama dengan pegawai biasa, pasti nggak segitunya diperebutkan.
      Salam....

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 3 tahun yang lalu

    yang bikin saya terenyuh mreka selalu mengiming2 masyarakat tentang kemamkmuran serta strategi mreka dalam mensejahterakan rakyat , kita mulai dr lapang pkerjaan , bisa kita liat suhu di luar sana byk org aseng menjadi pegawai dsini dgn alasan mreka profesional dan berlisensi , sdgkan para sarjana dsni pun byk yang ngangggur , pertanyaan terakhir setuju gk sih apabila gubernur nanti tidak di beri gaji mlainkan dana tsb disalurkan utk pendidikan,sektor lapangan kerja, tunjangan rakyat miskin...? mohon penjelasanya suhu

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 3 tahun yang lalu

    Banyak faktor yg memotivasi seseorang untuk menjadi Gubernur

    dan motivasi ini tidak selalu sama bagi setiap orang.

    Ada orang yg ingin menjadi Gubernur krn termotivasi oleh :

    - Keinginan untuk menjadi penguasa

    - Tergiur oleh penghasilannya

    - Karena untuk memenuhi keinginan partai/golongan tertentu

    - Sekedar untuk membuktikan kemampuan dirinya

    - Keinginan untuk mengabdi kepada masyarakat

    - Dan masih banyak lagi alasan lain yg bersifat personal.

    Persoalan apakah ada yg mau jadi Gubernur tanpa digaji atau

    diberi tunjangan apa-apa dan hanya focus pd permasalahan yg

    ada ? Jawabnya, bisa saja ada orang yg mau tp barangkali ha

    nya sedikit jumlahnya krn kebanyakan orang berebut ingin jadi

    Gubernur krn terdorong oleh keinginan untuk memperoleh fasi

    las yg disediakan kepada seorang Gubernur.

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 3 tahun yang lalu

    Jawabannya sebenarnya simpel, kalo orang sampe berambisi banget pengen jadi pemimpin, biasanya mereka hanya ingin 1 hal, yaitu uang, sangat mudah mendapatkan uang pas jadi pemimpin, itu biasanya disebut korupsi (baik legal maupun ilegal).

    - yg legal adalah mereka main kasih izin berdirinya pabrik atau yg lain agar dapat uang, tp biasanya cenderung ngawur tempatnya, bahkan disini sampe ada pabrik di tengah kota (polusinya itu loh tiap ujan keluar).

    - yg ilegal itu main ambil uang anggaran tanpa ada yang tau

    atau mereka hanya ingin mendirikan tempat usaha mereka yang selama ini gak diberi izin. Untuk masa depan mereka sendiri tentunya

    Sumber: Kenyataan di sini
    • Masuk untuk membalas jawaban
Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.