Adolf ditanyakan dalam Politik & PemerintahanHukum & Kode Etik · 2 tahun yang lalu

Apa sanksi hukum negara yang cocok untuk pelaku LGBT?

LGBT adalah penyakit psikologi yang menular menurut saya. Karna pengaruhnya terhadap lingkungan begitu cepat. Penularannya melalui gaya atau karakter bawaan yang dapat dan mudah diterima oleh kondisi orang yang tidak memiliki iman. Makanya kita tidak heran mengapa bahasa2 LGBT mudah terkenal dan memiliki pemakaian kosakata yang sama. Contohnya : eike bok, capcus, goyang badendang.. Macam2 lah bahasa2 gila lainnya.

4 Jawaban

Peringkat
  • 2 tahun yang lalu

    DIhukum itu berlaku kalo ada unsur merugikan orang lain, tmsk merugikan diri sendiri DAN orang lain, kalo ente, menusuk diri sendiri, apakah ente dihukum ? Pelaku LGBT, adalah nilai negative moral, pelaku kawin siri dll, apakah bukan negative ? well silahkan berbeda beda, pastinya sebatas tdk ada yg dirugikan, hukum tdk bisa seenaknya diterapkan.

  • Anonim
    2 tahun yang lalu

    Itu mah....rempong kali, lgbt di indo susah dideteksi, dibandung aja pake sapaan 'bro', gk ada yg curiga...kodrat manusia kalo kromosom ada yg korup/kurang ya susah disembuhin, jgn kasi sanksi, bagusnya terapi total, penyimpangan sosial, tpi bukan penyakit masyarakat. Sanksi terlalu beresiko...trauma malah menjadi2

  • Anonim
    2 tahun yang lalu

    terserah pemerintah

  • bayfx
    Lv 6
    2 tahun yang lalu

    sebenarnya LGBT bisa dibilang adalah penyakit sosial, dimana dimata budaya dan lingkungan sosial sangat buruk. perlakuannnya harus seperti penyakit sosial lain, seperti judi, miras dan prostitusi. judi, miras dan prostitusi di eropa dan amerika dalam kadar tertentu tidak ada masalah, dan tentu diindonesia sangat bermasalah walaupun sedikit, oleh karena itu harus dilarang, begitu pula LGBT.

    produk hukum yang sangat cocok adalah produk hukum yang menyangkut penyakit sosial. jadi pemberantasannya seiring dengan pemberantasan penyakit sosial tersebut.

Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.