Anonim
Anonim ditanyakan dalam Masyarakat & BudayaLain-lain - Masyarakat & Budaya · 10 bulan yang lalu

Mengapa orang Indonesia lebih percaya tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh politik, dan presiden daripada percaya dengan diri sendiri?

Karena yang saya lihat, orang Indonesia lebih cenderung ikut-ikutan sehingga seperti terbawa arus tanpa sadar apa yang sedang dilakukan. Saya juga curiga, hal ini yang menyebabkan perkembangan bangsa ini stagnan jika dibandingkan dengan bangsa lain terutama bangsa barat.

5 Jawaban

Peringkat
  • 10 bulan yang lalu

    karena budaya pendidikan kita menghapal. menghapal itu merupakan kegiatan belajar yg mengandalkan orang tua jaman dahulu. ilmu yg di dapat oleh orang tua kadang gak relevan dengan jaman sekarang. dulu pluto jadi planet sekarang enggak.

    harusnya pendidikan diarahkan kepada penelitihan, mencari tau sendiri dan sebagainya, biar mereka lebih percaya diri dengan apa yg mereka dapat dari mencari2 referensi, ilmu baru dll

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    10 bulan yang lalu

    krn SDM nya masih lemah dan masih banyak yg gga pendidikan. di jadikan burung beok pun rela

    jika mau maju hrs belajar sama negara2 maju yg udah getol technology science management canggih computer

    bukan tiap hari berantem soal agama terus, mau kapan majunya??

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Atom
    Lv 7
    10 bulan yang lalu

    Ya mau gimana lagi. Budaya untuk berpikir mandiri aja gak ada. Gak usah ngomong soal berpikir kritis. Berpikir mandiri aja gak bisa, apalagi kritis. Pola pikirnya mau instan.

    Ane bukan sekedar mancaci aja. Emang fakta kok. Ane sendiri yang ngalamin wkwkwk buktinya kalau ada persoalan, keknya otak ane berat banget buat mikir, padahal setelah dipikirkan lalu persoalan selesai, ane sadar, "Wah, solusinya gampang amat!"

    Sampai sekarang ane gatau kenapa. Karena nutrisi makanan? Pola didik orangtua? Lingkungan? Atau tinju ke guru yang kurang kuat?

    Entah

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • 10 bulan yang lalu

    Karena diri sendiri hanyalah pengikut.

    Kalau dirinya sendiri adalah pemimpin, baru kita harus mempercayai diri kita sendiri karena kita juga dipercayai orang lain.

    • Masuk untuk membalas jawaban
  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 10 bulan yang lalu

    Masa sih

    • Masuk untuk membalas jawaban
Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.