jalur evakuasi ditanyakan dalam Sains & MatematikaBiologi · 8 bulan yang lalu

apakah manfaat lalat?

6 Jawaban

Peringkat
  • 6 bulan yang lalu
    Jawaban Terbaik

    lalat di lingkungan berperan sebagai:

    - detritivor. Larva lalat dapat memakan bangkai hewan atau buah yang busuk sehingga benda berukuran besar tersebut dapat terurai menjadi partikel organik yang lebih kecil.

    - parasit. Beberapa spesies lalat dapat bertelur pada jaringan hewan, larva yang tumbuh dapat memakan daging hewan inangnya. Spesies lalat ini banyak dijumpai sebagai ektoparasit hewan ternak.

    - polinator. Beberapa spesies lalat hanya memakan nektar. Sebagai konsekuensi dari perilaku makan tersebut, lalat juga turut serta membawa polen yang mungkin terbawa saat mencari nektar.

    - dan lain-lain

  • 8 bulan yang lalu

    ada... supaya laku obat sakit perut... hehe

  • supoyo
    Lv 7
    8 bulan yang lalu

    bila anda memelihara katak, anda sebaiknya menyediakan lalat-lalat segar.

    Sumber: serangga, seperti nyamuk dan lalat sangat disukai katak.
  • Edy
    Lv 6
    8 bulan yang lalu

    # manfata lalat :

    Lalat bermanfaat untuk dunia kesehatan, yaitu untuk terapi penyakit menggunakan larva dari lalat yang biasa disebut dengan Maggot Therapy. Maggot Therapy atau yang biasa disebut dengan larva therapy adalah salah satu cara pengobatan alternatif untuk mengobati luka borok atau korengan yang menahun. Bagaimana cara kerja sehingga larva lalat ini bisa dijadikan bahan untuk therapy? Ketika larva tersebut sibuk menggerogoti luka ia juga sekaligus beraksi untuk membersihkan kulit mati dan daerah-daerah yang terinfeksi, membunuh bakteri yang ada dan merangsang penyembuhan atau penutupan luka. Selain bakteri dan cacing tanah, lalat juga merupakan salah satu hewan pengurai yang dapat mengurai limbah rumah tangga, ini sangat penting untuk mengurangi sampah bumi. Sekelompok peneliti dari Universitas Alicante Spanyol, mengadakan penelitian yang membuktikan larva lalat dapat mengurai tinja atau kotoran dari hewan dan manusia. Artinya larva dari lalat ini dapat dimanfaatkan mengurangi jumlah limbah biologis dimuka bumi ini. Lalat juga dapat mengurai jasad yang telah mati sehingga mudah menyatu dengan tanah. Larva lalat dapat dijadikan sumber pangan alternatif. Jenis larva lalat yang bisa dijadikan sumber pangan alternatif adalah dari jenis lalat tentara yang besar. Larva dari lalat tentara ini mengandung protein mencapai 50 % dan lemak sebesar 25 % dari keseluruhan tubuhnya. Larva dari lalat tentara ini sering dijadikan sebagai pakan untuk ikan. Lalat memiliki gen yang bernama Gen Refilin yang memiliki dua fungsi yaitu: a. Fungsi untuk Industri Gen refilin ini dapat dimanfaatkan oleh industri sebagai pengganti karet yang biasa didapatkan dari getah karet atau yang lain. Gen ini lebih kuat dan memiliki daya elastisitas yang lebih tinggi dari semua jenis karet yang ada didunia, gen ini memiliki daya dorong dan daya tekan yang sangat kuat. Fungsi yang luar biasa ini ada pada seekor lalat yang dapat menggetarkan sayapnya sampai 1000 kali dalam setiap detiknya. b. Fungsi Untuk Kesehatan Gen Refilin adalah salah satu gen yang dapat dimanfaatkan pada dunia kesehatan karena dapat mengobati penyakit-penyakit yang pada arteri dan vena. Pada arteri yang banyak terjadi penyumbatan, gen-gen Refilin yang ada pada sayap seekor lalat dapat mengobati penyumbatan tersebut

    Source : https://uniqbanget.com/article/read/manfaat-seekor...

    Follow us: @uniqbangetcom on Twitter | uniqbangetdotcom on Facebook

    Untuk @ ANONIM mungkin agama Non islam alias Kafir jadi tidak percaya.

    SEBUAH EKSPERIMEN TENTANG KEAJAIBAN HADITS LALAT

    ”Khalid bin Makhlid menceritakan kepada kami, Sulaiman bin Bilal Menceritakan kepada kami, beliau berkata : ’Utsbah bin Muslim bercerita kepadaku bahwa beliau berkata : ’Ubaid bin Hunain mengabarkan kepadaku Bahwa beliau berkata : Aku mendengar Abu Hurairoh Radhiyallâhu ’anhu Berkata : Rasūlullah Shallallahu ’alaihi wa Sallam bersabda :

    ”Apabila seekor lalat jatuh ke dalam gelas salah seorang dari kalian, maka celupkanlah lalat itu lalu angkatlah (buanglah) karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap satunya terdapat obat.”

    Banyak yang menolak dan mengingkari hadits ini dengan alasan menyalahi realitas dan bahkan ilmu kedokteran. Benarkah demikian?

    * Kepada para penolak hadîts lalat ini, berikut sebuah bukti bagaimana benarnya Nabiullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, dan bagaimana mukjizat beliau akhirnya terkuak oleh sains dan pengetahuan modern.

    Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh Tim Departemen Mikrobiologi Medis, Fakultas Sains, Universitas Qâshim, Kerajaan Arab Saudi, beberapa peneliti muda yang terdiri dari :

    1. Sâmi Ibrâhîm at-Tailî

    2.’ dil ‘Abdurrahmân al-Misnid

    3. Khâlid Dza’âr al-Utaibî

    Yang dibimbing oleh Dr. Jamâl Hâmid, dan dikoordinasi oleh DR. Shâlih ash- Shâlih (seorang da’i terkenal di Eropa), melakukan penelitian tentang analisa mikrobiologi tentang sayap lalat. Laporan ini mereka presentasikan ke acara ”Student Research Seminar” di Universitas Qâshim, KSA.

    Metode yang mereka gunakan cukup sederhana, yaitu mengkultivasi (menumbuhkan) air steril yang telah dicelupkan lalat ke media Agar [media yang berasal dari musilaginosa kering yang diekstrak dari ganggang mereh, yang mencari pada suhu 100°C dan memadat pada suhu 40°C yang tidak dapat dicerna oleh mikroba,] kemudian mengidentifikasi mikroba yang tumbuh.

    Lalat yang digunakan ada beberapa spesies, dan sample yang digunakan untuk tiap spesies terdiri dari dua sample, yaitu

    sample air steril dimana lalat dimasukkan sedemikian rupa sehingga hanya pada bagian sayap lalat saja, dan

    sample air steril yang dimasukkan lalat yang dicelup seluruh tubuhnya. Semua ini dilakukan secara aseptis (bebas mikroba) di ruangan khusus, untuk menghindarkan terjadinya kontaminasi luar yang akan membuat hasil penelitian menjadi bias.

    Setelah itu, sampel air tadi dikultivasi ke media Agar dan diinkubasi selama beberapa hari sehingga kultur (biakan) mikroba tumbuh dan tampak secara jelas. Hasil kultur mikroba tersebut diidentifikasi untuk mengetahui jenis mikroba tersebut. Berikut ini adalah hasilnya :

    Spesies Lalat A

    Cawan Petri 1 :

    sampel kultur air yang diambil dari sebuah tabung yang berisi air steril yang dicelupkan lalat secara sempurna (seluruh tubuhnya terbenam).

    Cawan Petri 2 :

    sampel kultur air yang diambil dari sebuah tabung yang berisi air steril yang dijatuhkan seekor lalat ke dalamnya tanpa

    membenamkannya.

    Hasil Penelitian :

    Pada cawan petri 2, setelah diidentifikasi ternyata media ditumbuhi oleh koloni bakteri patogen tipe E. Coli, yang merupakan penyebab berbagai macam penyakit. Adapun pada cawan 1, pada awal mulanya tampak tumbuh koloni kecil tipe E. Coli, namun pertumbuhannya terhambat oleh mikororganisme yang setelah diidentifikasi merupakan bakteri Actinomyces yang dapat memproduksi antibiotik. Bakteri ini biasanya menghasilkan antibiotik yang dapat diekstrak, yaitu actinomycetin dan actinomycin yang berfungsi melisiskan bakteri dan bersifat antibakteri dan antifungi.

    Spesies Lalat B

    Cawan Petri 1 :

    sampel kultur air yang diambil dari sebuah tabung yang berisi air steril yang dicelupkan lalat secara sempurna (seluruh tubuhnya terbenam).

    Cawan Petri 2 :

    sampel kultur air yang diambil dari sebuah tabung yang berisi air steril yang dijatuhkan seekor lalat ke dalamnya tanpa membenamkannya.

    Hasil :

    Pada cawan petri 2, setelah diidentifikasi ternyata media ditumbuhi oleh koloni bakteri patogen tipe Coynobacterium dephteroid, yang merupakan penyebab berbagai macam penyakit. Adapun pada cawan 1, tumbuh mikororganisme yang setelah diidentifikasi merupakan bakteri Actinomyces yang memproduksi antibiotik. Bakteri ini biasanya menghasilkan antibiotic yang dapat diekstrak, yaitu actinomycetin dan actinomycin yang berfungsi melisiskan bakteri dan ersifat antibakteri dan antifungi.

    Spesies Lalat C

    Cawan Petri 1 :

    sampel kultur air yang diambil dari sebuah tabung yang berisi air steril yang dicelupkan lalat secara sempurna (seluruh tubuhnya terbenam).

    Cawan Petri 2 :

    sampel kultur air yang diambil dari sebuah tabung yang berisi air steril yang dijatuhkan seekor lalat ke dalamnya tanpa membenamkannya.

    Hasil :

    Pada cawan petri 2, setelah diidentifikasi ternyata media ditumbuhi oleh koloni bakteri patogen tipe Staphylococcus sp., yang merupakan penyebab berbagai macam penyakit. Adapun pada cawan 1, tumbuh mikroorganisme yang setelah diidentifikasi merupakan bakteri Actinomyces yang memproduksi antibiotik. Bakteri ini biasanya menghasilkan antibiotik yang dapat diekstrak, yaitu actinomycetin dan actinomycin yang berfungsi melisiskan bakteri dan bersifat antibakteri dan antifungi. Hasil yang serupa diperoleh untuk jenis lalat lain yang banyak mengandung bakteri patogen Salmonella sp. dan Proteus sp., yang terhambat oleh pertumbuhan Actinomyces.

    Kesimpulan :

    Masuknya lalat pada makanan atau minuman, dengan dan tanpa dicelup, ternyata memberikan hasil berbeda yang secara signifikan. Hal ini membenarkan apa yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, bahwa pada sayap lalat itu terdapat penyakit sekaligus penawarnya.

    • jalur evakuasi
      Lv 5
      8 bulan yang laluLaporkan

      magot itu larva lalat buah gan, lalat konvensional gak bisa dibuat pakan atau terapi medis

  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 8 bulan yang lalu

    Lalat itu sumber penyakit karna lalat suka hinggap di tempat2 kotor dan hinggao dimakanan kita sangat tidak sehat

  • Anonim
    8 bulan yang lalu

    Gak ada.

    Yg mengatakan salah satu sayap lalat sbg obat, tidak ilmiah sama sekali.

Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.