Apakah Tuhan itu benar-benar ada ? Atau hanya imajinasi ?

Coba baca ini dulu...

https://www.kompasiana.com/neat-newemergingatheist...

apa pendapat kalian ??

12 Jawaban

Peringkat
  • 2 hari yang lalu

    Klo tuhan tdk ada lalu siapa yg menciptakan kita,siapa jg yg menciptakan alam ini.

    Apakah anda wujud dengan sendirinya,apakah akal anda bisa menerima klo sesuatu yg tadinya tdk ada menjadi ada bisa ada dengan sendirinya.

    Contoh: jam 7 pagi meja makan kosong, lalu setelah jam 8 pagi ada sepiring nasi di meja,apa anda yakin klo nasi itu muncul dengan sendirinya?

    Umur bumi berapa tahun lamanya,selama apapun itu pasti akan di temukan ada awalnya,dari seribu tahun pasti pernah 100 th,dari 100thn pasti pernah 1tahun dan sblum 1tahun pasti tdk ada.

    Maka bumi pun tdk mngkn bisa mewujudkan dirinya sendiri sblm dia wujud,krn sendirinya aja blm ada lalu bagaimana dia bisa mewujudkan.

    Pasti membutuhkan yg mejudkan yaitu tuhan atau alloh, dzat yg qodim,baqo dan yg pasti berbeda dengan makhluknya dari segi apapun.

    Sumber: Ilmu tauhid,rumus perkara WAJIB,MUSTAHIL,JAIZ
    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 2 bulan yang lalu

    Berdoalah dengan sungguh-sungguh.. (Mintalah maka akan diberikan.)

    Minta pernyataan KehadiranNya, siapakah Dia Tuhan yang sesungguhnya.. :) 

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 2 bulan yang lalu

    Atheis itu setingkat di bawah hewani ... Sebab hewan itu mengabdi kepada Sang Pencipta dengan cara mereka masing2, sementara atheis itu manusia2 fasik, yang sombong dan ga pernah mau mendengar peringatan2, karena mereka buta dan tuli ... Pendapat2 atheis ga perlu kalian dengar, karena membawa kesesatan yang nyata!

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 3 bulan yang lalu

    Alam semesta yang teratur yang bisa menunjang kehidupan adalah bukti bahwa Pencipta itu ada. Alkitab berkata, ”Tentu, setiap rumah dibangun oleh seseorang, tetapi ia yang membangun segala perkara adalah Allah.” (Ibrani 3:4) 

    Kebanyakan ilmuwan setuju bahwa alam semesta mempunyai awal. Pandangan ini cocok dengan ayat pertama dalam Alkitab: ”Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.”—Kejadian 1:1. 

    Alam semesta tidak mungkin muncul dengan sendirinya. Agar sesuatu bisa ada, harus ada yang menciptakannya. Jika tidak ada Pencipta, kita dan semua hal di sekitar kita tidak mungkin ada. Jadi, Pencipta pasti ada! Dia bernama Yehuwa, Pribadi roh yang punya kuasa yang tak terbatas dan bijaksana. 

    Mz. 19:1: ”Langit menyatakan kemuliaan Allah; dan angkasa menceritakan pekerjaan tangannya.” 

    Rm. 1:20: ”Sifat-sifatnya yang tidak kelihatan, . . . jelas terlihat sejak penciptaan dunia, karena sifat-sifat tersebut dipahami melalui perkara-perkara yang diciptakan.” 

    Majalah New Scientist mengatakan, ”Pandangan kaum awam tetap ada—bahwa ilmuwan-ilmuwan ’menyangkal’ agama. Ini adalah suatu pandangan yang pada umumnya mengharap bahwa para ilmuwan adalah orang-orang yang tidak beriman; bahwa Darwin telah memalu paku terakhir pada peti mati Allah; dan bahwa serentetan pembaruan yang bersifat ilmiah dan teknis sejak itu telah meniadakan kemungkinan adanya suatu kebangkitan. Ini adalah pandangan yang sangat keliru.” 

    Seorang anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Prancis mengatakan, ”Ketertiban alamiah tidak diciptakan oleh pikiran manusia atau ditetapkan oleh kesanggupan perseptif. . . . Adanya ketertiban menandakan adanya suatu kecerdasan yang mengorganisasi. Kecerdasan demikian tidak lain adalah milik Allah.”—Dieu existe? Oui, Christian Chabanis, mengutip Pierre-Paul Grassé. 

    Para ilmuwan telah mengenali lebih dari 100 unsur kimia. Susunan atomnya menunjukkan adanya hubungan timbal balik yang rumit secara matematika dalam unsur-unsurnya. Tabel periodik menunjukkan adanya rancangan yang jelas sekali. Rancangan yang begitu menakjubkan tidak mungkin terjadi secara kebetulan, suatu hasil kebetulan. 

    Nubuat-nubuat dalam Alkitab ditulis berabad-abad di muka dan terjadi tepat seperti yang diprediksikan. Prediksi yang akurat dan terperinci ini meneguhkan bahwa ini berasal dari suatu sumber yang jauh lebih hebat daripada manusia. 

    Para penulis Alkitab mempunyai pengetahuan ilmiah yang sangat maju pada zamannya. Contohnya, pada zaman kuno, banyak orang percaya bahwa bumi ditopang oleh seekor binatang, misalnya gajah, babi, atau sapi. Sebaliknya, Alkitab menggambarkan bahwa Allah ”menggantung bumi pada ketiadaan”. (Ayub 26:7) Alkitab juga dengan tepat menyebutkan bahwa bumi itu berbentuk ”lingkaran”, atau ”bulatan”. (Yesaya 40:22) 

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 5 bulan yang lalu

    Ada...yg menciptakan semesta alam seisinya

    Sumber: Al quran dan nalar
    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    5 bulan yang lalu

    Tuhan itu ada, tapi melampaui semua ijmajinasi, tidak berbentuk apapun tapi menguasai seluruh bentuk.

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Anonim
    5 bulan yang lalu

    Imajjnasi dan dongeng bagi para org yg non educated

  • asgar
    Lv 5
    4 bulan yang lalu

    Tuhan itu zat yg ada

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • 5 bulan yang lalu

    Ada, buktinya kamu punya rasa dan rasa itu tidak seperi binatang

    • Commenter avatarMasuk untuk membalas jawaban
  • Edy
    Lv 6
    6 bulan yang lalu

    ada bagi yang menyakini dan mengamalkan ajaran dan mendapat manfaat dari ajaran trsb.

    saya hanya menbahas point 1. di web trsb

    mengenai DO'A  bagi ummat islam sudah banyak buktinya do'a yang terkabulkan

    asalkan di lakukan dengan benar dan sesuai tuntunan ajaran Al-quran dan Hadist

    banyak orang berdo'a  tidak di kabulkan karena menyalahi tuntunan ajaran nya.

    Contoh : dalam Islam sudah di jelaskan di Al-quran di beberapa ayat-ayatnya dan hadist.

    sama Halnya orang minta uang ke majikan nya sementara IA Malas kerja  namum gajinya mau di minta Cepat , pasti majikan  marah-marah.

    itu cuma perumpamaan . jadi kita harus melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan nya serta berdo'a dengan benar.

    Di dalam Hadist sudah di jelaskan Waktu yang mustajab dan tempat yang cepat di kabulkan do'a asalkan dilakukan dengan benar.

    bukan berarti waktu yang  lain tidak bagus. cuma kalau waktu yang bukan mustajab 

    lebih ke orang paling dekat dengan Allah. Caranya sudah di jelaskan di al-quran dan hadist.

    sebagai contoh waktu yang kurang tepat ; andaikan ada orang minta-minta ke pada orang yang sedang sibuk , sedangkan orang trsb tidak di kenal sama sekali pasti ia bakal di cuekin , tetapi Coba orang tsrb termasuk orang terdekatnya misal nya pacarnya yang paling di sukai pasti akan di respon.

    apalagi kalau naman ALLAH maha pengasih lagi maha penyanyang.

Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.