Anonim
Anonim ditanyakan dalam Masyarakat & BudayaAgama & Kepercayaan · 5 bulan yang lalu

Kenapa Nabi Muhammad menikahi anak kecil?

Apa Alasanya ?

7 Jawaban

Peringkat
  • 5 bulan yang lalu

    Agama berasal dari Iblis dan merupakan kebohongan.

    Mohammad adalah nabi palsu.

    Yesus adalah Tuhan dalam daging, Dia tinggal di antara manusia dan mengajarkan banyak hal.

    Saya telah mengalami Tuhan dalam hidup saya, jadi saya membagikan iman saya.

    >

    Panggil nama Yesus.

    Berdoa dan membaca Alkitab.

    Alkitab diilhami secara ilahi, orang-orang dibimbing oleh Tuhan menulis kitab suci.

    Memiliki persekutuan di gereja.

    >

    Testimonies:

    https://www.kingjamesbibleonline.org/Testimonies.p...

    GotQuestions:

    https://www.gotquestions.org/content.html

    Bible Project:

    https://www.youtube.com/user/jointhebibleproject

    Bible Moments:

    https://www.microsoft.com/en-us/p/bible-moments/9n...

    https://play.google.com/store/apps/details?id=com....

    https://sites.google.com/site/biblequran2014/_/rsr...

    Attachment image
  • 5 bulan yang lalu

    Al-Qur’an memang tidak menyebut secara jelas usia minimal seseorang untuk menikah, baik laki-laki maupun perempuan. Batasan usia minimal nikah yang sering dirujuk adalah hadis yang riwayat Hisyam bin ‘Urwah yang menyebutkan bahwa Nabi SAW menikahi ‘Aisyah binti Abi Bakr ketika Aisyah berumur 6 tahun, tapi ‘tinggal serumah’ setelah Aisyah berumur 9 tahun.

    Ada informasi lain, ‘Aisyah saat dinikahi Rasulullah berusia 9 tahun, dan dikumpuli pada usia 12 tahun. Ternyata semua hadis ini bermuara pada riwayat Hisyam ibn `Urwah, yang mencatat dari bapaknya.

    Tidak ada isnad (periwayatan) lain yang meriwayatkan hadis serupa. Sangat ganjil, tidak ada seorangpun di Madinah yang meriwayatkan hadis tersebut. Padahal banyak murid Imam Malik ibn Anas yang kesohor di Madinah, tetapi mereka tidak meriwayatkan hadis ini.

    Diketahui bahwa riwayat hadis ini berasal dari orang-orang Iraq, di mana Hisyam ibn ‘Urwah pernah tinggal di sana setelah pindah dari Madinah pada usia tua. Hadis ini diriwayatkan Hisyam saat berusia 71 tahun.

    Ada sejumlah catatan tentang Hisyam ibn Urwah. Menurut catatan Ya’qub bin Syaibah, ”Hisyam sangat bisa dipercaya dan riwayatnya dapat diterima, kecuali apa-apa yang dia ceritakan setelah pindah ke Iraq.” Imam Malik ibn Anas menolak riwayat Hisyam yang dicatat dari orang-orang Iraq. Keterangan lain diperoleh dari Mizan al-I’tidal, “Ketika masa tua, ingatan Hisyam mengalami kemunduran yang mencolok.”

    Berdasarkan keterangan ini, ingatan Hisyam sangat buruk dan setelah pindah ke Iraq riwayatnya tidak bisa dipercaya. Dengan demikian, riwayatnya mengenai usia pernikahan ‘Aisyah juga tidak bisa dipercaya.

    Usia ‘Aisyah 6 atau 9 tahun saat dinikahi Rasulullah SAW bertentangan dengan fakta sejarah. Menurut sebagian besar ahli sejarah, termasuk Ibnu Hajar al-‘Asqalani, Abdurrahman bin Abi Zannad, dan Ibnu Katsir, menyebutkan bahwa selisih usia ‘Aisyah dengan kakaknya Asma’ adalah 10 tahun. Menurut Ibnu Katsir dalam kitab al-Bidayah wa al-Nihayah, Asma’ wafat pada tahun 73 H dalam usia 100 tahun. Menurut al-Hafidh Abu Na’im, Asma’ lahir 27 tahun sebelum hijrah Rasulullah SAW.” Dengan demikian, pada saat Nabi SAW hijrah ke Yatsrib usia Asma’ 27 tahun (622 M).

    Jika Asma’ berusia 27 tahun ketika Nabi hijrah, maka usia ‘Aisyah saat Nabi hijrah berarti 17 tahun. Rasulullah SAW menikahi ‘Aisyah pada tahun pertama hijrah. Dengan demikian, usia ‘Aisyah ketika dinikahi Rasulullah SAW berarti antara 17 atau 18 tahun, bukan 6 atau 9 tahun.[]

    Wallahu A’lam.

    ALASANNYA?

    1. Dinikahi Karena Perintah Allah

    Berbeda dari pernikahan ummul mukiminin yang lain, pernikahan Aisyah berdasarkan wahyu Ilahi. Rasulullah menikahi Aisyah kecuali perintah dari Allah.

     Dikisahkan, suatu hari, Jibril sebuah sehelai kain sutra berwarna hijau kepada Rasulullah. Saat Rasulullah melihatnya, ternyata kain tersebut bergambar wajah Aisyah. Jibril pun berkata,

    “Ia adalah calon istrimu kelak, di dunia dan di akhirat.” (HR. Di Tirmidzi).

    Dalam hadits lain yang dikisahkan langsung oleh Aisyah, Rasulullah bermimpi hingga tiga kali melihat wajah Aisyah. Rasulullah bersabda,

     

    “Aku melihatmu dalam mimpiku selama tiga malam, ketika itu datang bersamamu malaikat yang berkata, 'Ini adalah istrimu'. Lalu aku singkap tirai yang perumahan wajahmu, aku sebenarnya hal itu telah ditetapkan di sisi Allah. ” (Muttafaqun 'alaih).

    2. Satu-satunya Istri yang Masih Gadis

    Aisyah lah satu-satunya istri Rasulullah yang dinikahi dalam kondisi masih gadis. (HR. Al Bukhari). Tercatat dalam sejarah kurang lebih ada 11 istri nabi, namun semuanya adalah wanita janda, kecuali Aisyah.

    Aisyah satu-satunya yang masih gadis dan gadis belia. Bahkan istri pertama sekaligus cinta pertama Rasulullah, Khadijah binti Khuwailid, pula seorang janda dan berusia lebih tua dari nabi.

    Sebagian besar istri Rasululah dinikahi saat mereka meninggal pasangan yang syahid di medan perang, atau mereka menderita karena menjadi tawanan perang, ada pula yang tengah terlantar di negeri atau pun janda dengan banyak anak.

     

    Terbukti, di era awal Islam, Rasulullah tidak pernah berpoligami karena saat itu muslimin belum banyak terjun ke medan perang.

    Pernikahan dengan Aisyah adalah momen pertama poligami dalam rumah tangga Rasul. Saat itu, seorang janda tua beranak enam, Saudah binti Zam'ah lebih dahulu menikah dengan Rasulullah selepas wafatnya Khadijah, yakni sekitar 3 tahun sebelum hijrah.

    Lalu di tahun kedua hijriah, beliau menikahi Aisyah. Selepas Aisyah, Rasulullah menikahi Hafsah putri Umar bin Khaththab yang menjanda karena suaminya syahid dalam Perang Uhud.

    3. Cerdas

    Aisyah dikenal sebagai sosok yang sangat pintar lagi cerdas. Ia mudah sekali dalam menghafal dan tak pernah lupa apa yang dihafalkannya itu. Aisyah memahami banyak sekali ilmu termasuk ilmu kedokteran atau pengobatan.

     

     Dikisahkan oleh Urmah bin Jubair putra Asma bin Abu Bakar, keponakan Aisyah, ia kagum dengan kecakapan bibinya dalam merawat orang sakit. Suatu hari ia pun bertanya pada Aisyah, “Wahai bibi dari mana bibi belajar ilmu kesehatan?”

    Aisyah alu menjawab, “Saat aku sakit, mengobatiku orang lain. Ketika orang lain sakit, aku pun mengobatinya. Selain itu, aku mendengar dari orang lain lalu aku menghafalnya. ”

    Kecerdasan Aisyah pula aksara oleh banyak sahabat dan ulama. Disampaikan Abu Musa Al Asy'ari, “Tidaklah kami kebingungan tentang suatu hadits lalu kami bertanya kepada Aisyah, kecuali kami mendapatkan jawaban dari sisinya.”

    Ibnu Abdil Bar juga mengatakan, “Aisyah adalah satu-satunya wanita di zamannya yang memiliki kelebihan dalam tiga bidang ilmu, yakni ilmu fiqih, ilmu kesehatan dan ilmu syair.”

    Az-Zuhri bahkan menuturkan, “Apabila ilmu Aisyah dikumpulkan dengan ilmu seluruh wanita, maka ilmu Aisyah lebih utama.”

    4. Disiapkan Sebagai Perawi

    Kecerdasan yang dimiliki Aisyah merupakan salah satu hikmah pernikahannya dengan Rasulullah. Karena kecerdasannya itu, Aisyah mampu mengukur perkataan dan perbuatan Rasulullah.

     

    Begitu banyak syariat yang diketahui dari hadits yang diriwayatkan Aisyah. Beliau meriwayatkan 2210 hadits, 316 di antaranya terdapat dalam kitab shahih Al Bukhari dan Muslim.

    Sumber lain menyebutkan, 1210 hadits yang diriwayatkan Aisyah disepakati Imam Al Bukhari dan Muslim, ditambah 174 diriwayatkan Al Bukhari dan 54 hadits diriwayatkan Imam Muslim. Belum lagi hadits-hadits lain yang diriwayatkan selain kelebihan.

    Karena usianya yang muda, Aisyah pun berkesempatan menyampaikan semua hafalan haditsnya kepada para sahabat. Selepas Rasulullah wafat, usia Aisyah diperkirakan masih 18 tahun. Hingga hari wafatnya, Aisyah mengajarkan hadits kepada sahabat Rasulullah dari balik tabir.

    Bayangkan bagaimana ajaran Rasulullah ini akan langgeng dan diketahui hingga kini tanpa hafalan Aisyah. Itulah salah satu hikmah Allah menakdirkan Aisyah sebagai istri Rasulullah, agar ajaran ini tak hilang meski sang pembawa risalah telah tiada. Berkat Aisyah, muslimin hingga kini dan hingga akhir zaman nanti, dapat melihat As Sunnah.

     

    5. Wahyu Turun Saat Bersama Aisyah

    Dipersiapkan Aisyah sebagai pewaris Nabi semakin terbukti dengan banyak sekali momen turunnya wahyu saat Rasulullah berada di sisi Aisyah. Momen tersebut bahkan tak pernah terjadi saat Rasulullah berada di rumah istri beliau yang lain.

    Rasulullah bersabda kepada salah satu istri beliau, “Sesungguhnya Allah tidak menurunkan wahyu kepadaku ketika aku sedang berada di selimut salah seorang dari kalian selain Aisyah.” (HR. Al Bukhari).

    6. Wanita yang Paling Dicintai Dari Putri Seorang Yang Paling Dicintai Pula

    Aisyah merupakan putri dari sahabat yang paling utama, Abu Bakr Ash Siddiq. Rasulullah bahkan menyebutkan bahwa angka, yakni Aisyah dan Abu Bakr adalah orang yang paling dicintainya.

    Dari Amr bin Ash, ia bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling engkau cintai?” Beliau menjawab, “Aisyah.” Amr bin Ash bertanya lagi, “(Siapa) dari kalangan laki-laki?”. Beliau menjawab, “Bapaknya (yakni bapaknya Aisyah; Abu Bakr Ash Shiddiq).” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

    7. Unggul Dari Semua Wanita

    Rasulullah bersabda, “Cukup banyak orang yang mulia dari kalangan laki-laki, namun yang mulia dari kalangan wanita hanyalah Maryam binti Imran dan Asiyah istri Fir'aun, dan keutamaan Aisyah atas semua wanita seperti keutamaan tsarid atas segala makanan . ” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

    Aisyah bahkan menyebutkan bahwa ia diberi sembilan perkara yang tak pernah diberikan kepada seorang wanita pun setelah Maryam ibunda Nabi Isa. Kesembilan itu yakni:

    Jibril menunjukkan gambarnya saat Rasulullah diperintah menikahinya

    Rasulullah menikahi seorang gadis kecuali Aisyah

    Rasulullah meninggal dunia saat bersandar dan dalam dekapan Aisyah. Jenazah beliau pula dikuburkan di rumah Aisyah

    Rumah Aisyah selalu dinaungi malaikat

    Al-Qur'an turun sementara Rasulullah dan Aisyah dalam satu selimut

    Aisyah merupakan putri dari Abu Bakr, kekasih dan sahabat terdekat Nabi

    Pembelaan terhadap kesucian Aisyah turun langsung dari atas langit (di dalam Al Qur'an)

    Aisyah berkembang dari dua orang tua yang baik

    Aisyah pula dijanjikan dengan ampunan dan rezeki yang mulia.

  • 2 bulan yang lalu

    Sumbernya sudah jelas ada dalam hadis sahih. 

    Masih saja membantah demi membela agama. Miris!

    Telah menceritakan kepadaku Farwah bin Abu Al Maghra'(1) telah menceritakan kepada kami 'Ali bin Mushir(2) dari Hisyam(3) dari bapaknya(4) dari 'Aisyah(5) radliallahu 'anha berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menikahiku saat aku berusia enam tahun, lalu kami tiba di Madinah dan singgah di kampung Bani Al harits bin Khazraj. Kemudian aku menderita demam hingga rambutku menjadi rontok. Setelah sembuh, rambutku tumbuh lebat sehingga melebihi bahu. Kemudian ibuku, Ummu Ruman datang menemuiku saat aku sedang berada dalam ayunan bersama teman-temanku. Ibuku berteriak memanggilku lalu aku datangi sementara aku tidak mengerti apa yang diinginkannya. Ibuku menggandeng tanganku lalu membawaku hingga sampai di depan pintu rumah. Aku masih dalam keadaan terengah-engah hingga aku menenangkan diri sendiri. Kemudian ibuku mengambil air lalu membasuhkannya ke muka dan kepalaku lalu dia memasukkan aku ke dalam rumah itu yang ternyata didalamnya ada para wanita Anshar. Mereka berkata; "Mudah-mudahan memperoleh kebaikan dan keberkahan dan dan mudah-mudahan mendapat nasib yang terbaik". Lalu ibuku menyerahkan aku kepada mereka. Mereka merapikan penampilanku. Dan tidak ada yang membuatku terkejut melainkan keceriaan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Akhirnya mereka menyerahkan aku kepada beliau dimana saat itu usiaku sembilan tahun".

    https://carihadis.com/Shahih_Bukhari/3605

    Dan telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya(1) telah mengabarkan kepada kami Abu Mu'awiyah(2) dari Hisyam bin 'Urwah(3). Dan diriwayatkan dari jalur lain, telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair(4) sedangkan lafazhnya dari dia, telah menceritakan kepada kami 'Abdah yaitu Ibnu Sulaiman(5) dari Hisyam(6) dari ayahnya(7) dari 'Aisyah(8) dia berkata; "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menikahiku ketika saya berumur enam tahun, dan beliau memboyongku (membina rumah tangga denganku) ketika saya berumur sembilan tahun."

    https://carihadis.com/Shahih_Muslim/2548

  • 2 bulan yang lalu
  • Bagaimana menurut Anda jawaban tersebut? Anda dapat masuk untuk memberikan suara pada jawaban.
  • 4 bulan yang lalu

    Ini situs web yang bagus tentang Islam.

    https://www.answering-islam.org/Bahasa/index.html

  • 2 bulan yang lalu

    gue bukan belain muhammad, krn pedophilia itu bejad. tapi jaman itu walau umurnya "anak kecil", tapi fisik itu anak udah ibu muda.

  • Aswin
    Lv 5
    5 bulan yang lalu

    Lhah SEJARAH raja Richard II menikahi bocah 7 th ... ente santai aje ?   

    Pra-610 M : Zaman Jahiliyah

    610 M : Permulaan Wahyu turun

    610 M : Abu Bakar r.a. masuk Islam

    613 M : Nabi Muhammad SAW mulai menyiarkan Islam secara terbuka

    615 M : Umat Islam hijrah I ke Habsyah

    616 M : Umar bin al-Khattab masuk Islam

    620 M : Aisyah r.a dinikahkan ~~> katanya 6 tahun ????????????

    622 M : Hijrah ke Madinah

    623/624 M : Aisyah serumah sebagai suami isteri dengan Nabi Muhammad SAW.

    baca & cek ricek hadis sahih Bukhari :

    dari Hisyam dari Az Zuhhri dari Urwah dari Aisyah r.a. meriwayatkan hijrahnya umat Islam ke negeri Habsyah (tahun 615 M) secara terperinci

    mana mungkin anak umur 1 tahun meriwayatkan kisah hijrah nya umat Islam

    (berhari-hari dan bermalam beberapa hari kemudian si bayi ikut begadang menyaksikan kejadian demi kejadian ????? ..... emang bego apa ente ..... atau si Hisyam bin Urwah setelah dia berusia 71 tahun jadi pikun karena tercemar orang Irak/Syiah)

    he he he ...... salam untuk kaum yang berpikir ..... he he he 

Masih ada pertanyaan? Dapatkan jawaban Anda dengan bertanya sekarang.